Aspek Neurologis Perkembangan Motorik Pada Anak

Aspek Neurologis Perkembangan Motorik Pada Anak

Perkembangan Ketrampilan Motorik kaki dan perkembangan motorik kasar adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Pada dasarnya, perkembangan ini berkembang sejalan dengan kematangan saraf dan otot anak. Sehingga, setiap gerakan sesederhana apapun, adalah merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan system dalam tubuh yang dikontrol oleh otak. Perkembnagan motorik kasar sering kali dominasi oleh gerakan dan ketrampilan kaki

Perkembangan Motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatan yangterkoordinir antara susunan saraf, otot, otak, dan spinal cord. Perkembangan motorik meliputi motorikkasar dan halus. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagianbesar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri.Perkembangan motorik sangat dipengaruhi oleh organ otak. Otak lah yang mensetir setiapgerakan yang dilakukan anak. Semakin matangnya perkembangan sistem syaraf otak yang mengaturotot memungkinkan berkembangnya kompetensi atau kemampuan motorik anak.

Perkembangan motorik berbeda dari setiap individu, ada orang yang perkembanganmotoriknya sangat baik, seperti para atlit, ada juga yang tidak seperti orang yang memiliki keterbatasanfisik. Jenis kelmain berpengaruh dalam perkembangan motorik. Pada anak perempuan pada usia middle childhood kelenturan fisiknya 5 %- 10 % lebihbaik dari pada anak laki-laki, tapi kemampuan fisik atletis seperti lari, melompat dan melempar lebihtinggi pada anak laki-laki dari pada perempuan. Perkembangan motorik beriringan dengan proses pertumbuhan secara genetis ataukematangan fisik anak, Anak usia 5 bulan tentu saja tidak akan bisa langsungberjalan. Dengan kata lain, ada tahapan-tahapan umum tertentu yang berproses sesuai dengankematangan fisik anak.

Perkembangan motorik anak dibagi menjadi dua:

  1. Keterampilan atau gerakan kasar seperti berjalan, berlari, melompat, naik turun tangga.
  2. Keterampilan motorik halus atau keterampilan manipulasi seperti menulis, menggambar,memotong, melempar dan menagkap bola serta memainkan benda benda atau alat-alat mainan.

Perkembangan Normal Motorik Pada Anak

Usia 1-2 tahun

Motorik Kasar

Motorik Halus

  • merangkak
  • berdiri dan berjalan beberapa langkah
  • berjalan cepat
  • cepat-cepat duduk agar tidak jatuh
  • merangkak di tangga
  • berdiri di kursi tanpa pegangan
  • menarik dan mendorong benda-benda berat   • melempar bola
  • mengambil benda kecil dengan ibu jari atau telunjuk
  • membuka 2-3 halaman buku secara bersamaan
  • menyusun menara dari balok
  • memindahkan air dari gelas ke gelas lain
  • belajar memakai kaus kaki sendiri
  • menyalakan TV dan bermain remote
  • belajar mengupas pisang

Usia 2-3 tahun

Motorik Kasar

Motorik Halus

  • melompat-lompat
  • berjalan mundur dan jinjit
  • menendang bola
  • memanjat meja atau tempat tidur
  • naik tangga dan lompat di anak tangga terakhir
  • berdiri dengan 1 kaki
  • mencoret-coret dengan 1 tangan
  • menggambar garis tak beraturan
  • memegang pensil
  • belajar menggunting
  • mengancingkan baju
  • memakai baju sendiri

Usia 3-4 tahun

Motorik Kasar

Motorik Halus

  • melompat dengan 1 kaki
  • berjalan menyusuri papan
  • menangkap bola besar
  • mengendarai sepeda
  • berdiri dengan 1 kaki
  • menggambar manusia
  • mencuci tangan sendiri
  • membentuk benda dari plastisin
  • membuat garis lurus dan lingkaran cukup rapi

Usia 4-5 tahun

Motorik Kasar

Motorik Halus

  • menuruni tangga dengan cepat
  • seimbang saat berjalan mundur
  • melompati rintangan
  • melempar dan menangkap bola
  • melambungkan bola
  • menggunting dengan cukup baik
  • melipat amplop
  • membawa gelas tanpa menumpahkan isinya
  • memasikkan benang ke lubang besar

Aspek Neurologis Perkembangan Motorik Pada Anak

Kematangan syaraf

Pada waktu anak dilahirkan hanya memiliki otak seberat 2,5% dari berat otak orang dewasa. Syaraf-syaraf yang ada di pusat susunan syaraf belum berkembang dan berfungsi sesuaiperkembangannya. Sejalan dengan perkembangan fisik dan usia anak, syaraf-syaraf yang berfungsi mengontrol gerakan motorik mengalami proses neurogical maturation.

Pada anak usia 5 tahun syaraf-syaraf yang berfungsi mengontrol gerakan motorik sudah mencapai kematangannya dan menstimulasi berbagai kegiatan motorik yang dilakukan anak secara luas. Otak besar yang mengontrol gerakanmotorik kasar seperti berjalan,berlari, melompat dan berlutut, berkembang lebih cepat apabila dibandingkan dengan otot halus yang mengontrol kegiatan motorik halus, diantaranya menggunakan jari-jari tangan untuk menyusun puzzle, memegang gunting atau memegang pensil. Pada waktubersamaan persepsi visual motorik anak ikut berkembang dengan pesat, seperti mengisi gelas denganair, menggambar, mewarnai dengan tidak keluar garis. Di usia 5 tahun anak telah memiliki kemampuanmotorik yang bersifat komplek yaitu kemampuan untuk mengkombinasikan gerakan motorik denganseimbang, seperti berlari sambil melompat dan mengendarai sepeda. Berkenaan dengan sistem syaraf berikut dijelaskan.’

Sistem saraf

Sistem saraf merupakan salah satu sistem organ yang ada di tubuh manusia. layaknya sebuah sistem jaringankomunikasi, sel-sel saraf di setiap bagian dari tubuh memainkan perandalam proses menanggapi rangsangan dan pengendalian otot-otot kita.Sistem saraf dibina lebih dari 80 jaringan saraf utama. Setiap jaringansaraf tersusun atas 1 juta neuron, yaitu unit fungsional sistem saraf (sel-sel saraf). Neuron atau sel saraf memiliki bagian-bagian sel yang berbeda dengan tipe sel lainnya.

Berikut bagian-bagian sel saraf beserta fungsinya dalam menghantarkan impuls (rangsangan) sebagai unitfungsional sistem saraf.

  • Inti sel, merupakan struktur inti sel pada umunya yang di dalamnya terdapat asam nukleat (materiinti). Inti sel berperan sebagai pengatur segala aktifitas sel saraf.
  • Badan sel (perykaryon), merupakan struktur utama dari sel saraf yang kaya akan sitoplasma dan dibagian tengahnya terdapat inti sel saraf. Badan sel berfungsi sebagai tempat metabolisme sel saraf.
  • Dendrit, merupakan serabut pendek dan bercabang-cabang yang merupakan penjuluran badan selpada badan sel. Dendrit berfungsi menerima dan menghantarkan rangsangan dari luar ke badan selsaraf.
  • Neurit, merupakan serabut panjang hasil penjuluran badan sel yang mengandung struktur benang-benag halus yang disebut mikrofibril dan neurofibril. Mikrofibril dan neurofibril berfungsi untukmenjaga bentuk dan kepadatan sel saraf. Neurit atau yang sering dikenal akson memiliki perananmenghantarkan rangsangan dari badan sel saraf yang satu ke sel saraf lain. Rangsangan akandihantarkan melalui akson dari satu sel saraf menuju dendrit dari sel saraf yang lain. Struktur neuritmerupakan struktur yang lebih kompleks daripada dendrit. Neurit memeliki pembungkus yangdisebut selaput myelin yang didalamnya terdapat sel Schwann. Bagian neurit yang tidak terbungkusoleh selaput myelin disebut nodus Ranvier.

Neuron berdasarkan fungsinya dibedakan atas sel saraf sensorik (afferent), sel saraf motorik(efferent), dan sel saraf konektor (association). Sel saraf sensorik berfungsi menghantarkan rangsangan(impuls) dari indra ke saraf pusat (otak) dan sumsum tulang belakang. Sel saraf motorik berfungsimenghantarkan rangsangan dari saraf pusat (otak) atau sumsum tulang belakang ke otot atau kelenjar.Rangsangan dari sel saraf sensorik diteruskan menuju sel saraf motorik melalui sel saraf konektor.Membran neuron layaknya membran sel lainnya bersifat semipermeabel (hanya molekul-molekul tertentu yang dapat keluar masuk misalnya ion-ion tetapi tidak untuk molekul berukuranbesar). Membran sel saraf juga secara elektrikal bersifat polar (adanya ion-ion bermuatan negative yangdisebut kation di sekitar permukaan luar membrane dan ion-ion bermuatan negative yang disebut aniondi bagian sebelah dalam membran).

Impuls saraf berhasil ditransmisikan (disalurkan) dari sel saraf yangsatu ke sel saraf yang lain disebabkan oleh potensial aksi yang berpindah di dekat sel saraf. Stimulusmerubah kemampuan spesifik permeable lapisan membrane dan menyebabkan depolarisasi kation dananion. Perubahan ini menyebar sepanjang serabut saraf yang selanjutnya disebut sabagai impuls saraf itu sendiri. Polarisasi kembali terjadi setelah depolarisasi yang diikuti oleh periode refractory selamaimpuls selanjutnya datang lagi.Polarisasi dibuat dengan mempertahankan kelebihan ion-ionsodium (Na+) pada bagian luar membrane dan kelebihan ion-ionpotassium (K+) pada bagian dalam membran. Jumlah tertentu dari Na dan K selalu bocor (berkurang) melewati membran, tetapi pompaNa/K pada membran secara aktif mengatasi hal tersebut tersebut.Intensitas atau frekuensi antara impuls saraf yang satudengan yang lain ditentukan oleh diameter dari serabut saraf, hal ini berkaitan juga dengan serabut saraf berselaput myelin dan serabutsaraf tanpa selaput myelin.

Sitoplasma dari akson atau serabut saraf merupakan konduktor elektrik dan selaput myelin menurunkan kapasitasnya sebagai penghantar.Kondisi tersebut mencegah kebocoran muatan melalui membran. Depolarisasi pada nodus ranviercukup untuk memicu regerasi voltase elektrik pada nodus berikutnya. Oleh karena itu, potensial aksipada serabut saraf bermielin tidak berpindah layaknya perpindahan gelombang tetapi terjadi secaraberulang pada nodus-nodus. Potensial aksi pada nodus ranvier akan berpindah seperti loncatan-loncatan muatan listrik.

  • Sistem Syaraf Sistem saraf manusia dan beberapa vertebrata lain mengandung dua bagian utama, yaitu:Sistem saraf pusat yang terbagi atas otak dan sumsum tulangbelakang (spinal cord). Sistem saraf pusat dilindungi oleh selaputmeninges yang terdiri dari tiga lapisan, yaitu Pia meter (selaput palingdalam dan banyak mengandung pembuluh darah), Dura meter(lapisan terluar yang padat dan keras serta menyatu dengan tengkorak sebelah dalam) dan terakhir Arakhnoid (terletak di antarapia meter dan dura meter yang merupakan selaput jaringan yanglembut membatasi kedua lapisan yang lain)

Mekanisme Gerak

Gerak dapat dilakukan secara sadar (gerak biasa) dan secara tidak sadar (gerak reflek). Perbedaandari kedua macam gerak tersebut adalah berkaitan dengan jalannya impuls saraf yang melewati sistemsaraf pusat, yaitu jika impuls melewati otak maka gerak yang dilakukan sebagai hasil respon dari otakdinamakan gerak sadar, sedangkan jika impuls tidak melewati otak tetapi sumsum tulang belakang,maka gerak yang dihasilkan sebagai respon dari sumsum tulang belakang dinamakan gerak reflek.

Mekanisme gerak biasa (gerak sadar) Rangsangan –> saraf sensorik > otak > saraf motorik > gerak

Mekanisme gerak reflek (gerak tidak sadar)Rangsangan > saraf sensorik > pusat integrasi di sumsum tulang belakang > saraf motorik > gerakPembentukan dasar arsitektur otak dimulai melalui suatu proses yang berkesinambungan mulaidari saat dalam kandungan, berlangsung sampai dewasa. Proses pembentukan ini melewati tahapankritis yang berhubungan dengan lintasan spesifik yang berhubungan dengan kemampuan/keterampilanspesifik.

Perkembangan pertambahan kemampuan yang kompleks dan lintasan yang mendasaridibangun diatas sirkuit atau keterampilan yang telah terbentuk sebelumnya. Melalui mekanismetersebut, pengalaman pada tahap awal akan merupakan fondasi/dasar untuk belajar berkelanjutan,tingkah laku, kesehatan mental dan fisik.Arsitektur otak terdiri dari seperangkat lintasan saraf yang sangat terintegrasi, yang terhubungdibawah pengaruh yang terus menerus dan timbal balik dari genetic dan lingkungan.

Gene berperandalam menentukan saat pembentukan lintasan otak yang spesifik; kemudian pengalaman pribadi akanmenentukan bentuk formasi tersebut.Proses perkembangan ini dimotori oleh kemauan diri sendiri, dorongan sejak lahir yangmerupakan karakteristik dasar manusia. Input sensorik yang sesuai (melalui pendengaran danpenglihatan) dan berkesinambungan, hubungan yang responsive membangun arsitektur otak yang sehatserta menentukan kekuatan fondasi untuk proses belajar dikemudian hari, tingkah laku dan kesehatan.

Hubungan yang paling penting dimulai dalam keluarga, tapi seringkali melibatkan dewasa lain yangmemberi peran penting pada kehidupan anak termasuk perawatan dini dan pendidikan.Pada masa perkembangan dini, proses memberi dan menerima terjadi saat anak secara alamiahberinteraksi melalui mengoceh, ekspresi wajah, pengucapan kata, gerak tubuh dan menangis danrespon dari orang dewasa adalah melakukan hal yang sama misalnya bersuara, dan melakukan gerakan tubuh yang sama dan proses tersebut berlangsung timbal balik. Hal timbal balik tersebut akan lebihefektif bila dilakukan secara terintegrasi dengan hubungan anak dan dewasa yang berkesinambungan.Interaksi yang saling menguntungkan ini penting sebagai prasyarat untuk perkembangan lintasan otakyang sehat dan meningkatkan kemampuan keterampilan yang kompleks.Lintasan diotak yang memproses informasi dasar, terbentuk lebih dulu dibanding lintasan yangmemproses informasi yang lebih kompleks. Tingkat lintasan yang lebih tinggi terbentuk pada lintasan yang lebih rendah, dan adaptasi pada tingkatan yang lebih tinggi ini akan sulit bila lintasan pada tingkatyang lebih rendah tidak terbentuk dengan sempurna.Sejajar dengan terbentuknya lintasan diotak, terjadi pula penambahan pembentukan kemampuan kompleks pada kapasitas dasar yang leebih dasar yang telah lebih dulu terbentuk. Misalnyakemampuan untuk mengerti dan menyebutkan nama suatu benda, akan didahului oleh pembentukankemampuan untuk membedakan dan menghasilkan suara pada bahasa tertentu. Lintasan yang melatarbelakangi kemampuan untuk menyusun kata, untuk berbicara dalam kalimat merupakan dasar untukdapat membaca dan menulis dalam buku.

Mekanisme Kontraksi Otot

Otot rangka adalah masa otot yang bertaut pada tulang yangberperan dalam menggerakkan tulang-tulang tubuh. Otot rangka dapatkita kaji lebih dalam misalnya dengan mempelajari otot gastroknemuspada katak. Otot gastroknemus katak banyak digunakan dalampercobaan fisiologi hewan. Otot ini lebar dan terletak di atas fibiofibula,serta disisipi oleh tendon tumit yang tampak jelas (tendon

Achillus pada permukaan kaki.

Mekanisme kerja otot pada dasarnya melibatkan suatu perubahandalam keadaan yang relatif dari filamenfilamen aktin dan myosin. Selama kontraksi otot, filamen-filamen tipis aktin terikat pada dua garis yang bergerak ke Pita A, meskipun filamen tersebut tidakbertambah banyak.Namun, gerakan pergeseran itu mengakibatkan perubahan dalam penampilansarkomer, yaitu penghapusan sebagian atau seluruhnya garis H. selain itu filamen myosin letaknyamenjadi sangat dekat dengan garis-garis Z dan pita-pita A serta lebar sarkomer menjadi berkurangsehingga kontraksi terjadi. Kontraksi berlangsung pada interaksi antara aktin miosin untuk membentukkomplek aktin-miosin.

Supported by

CHILDREN FOOT CLINIC (KLINIK KHUSUS GANGGUAN MASALAH KAKI PADA ANAK)

Dr Narulita Dewi SpKFR curriculum vitae

  • Children Grow Up Clinic I, JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210 Phone : (021) 5703646 – 44466103
  • Children Grow Up Clinic II,Menteng Square Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430 phone : (021) 44466103
  • Email : judarwanto@gmail.com narulita_md@yahoo.com

WORKING TOGETHER FOR STRONGER, SMARTER AND HEALTHIER CHILDREN BY EDUCATION, CLINICAL INTERVENTION, RESEARCH AND NETWORKING INFORMATION. Advancing of the future pediatric and future parenting to optimalized physical, mental and social health and well being for fetal, newborn, infant, children, adolescents and young adultAdvancing of the future pediatric and future parenting to optimalized physical, mental and social health and well being for fetal, newborn, infant, children, adolescents and young adult

Clinical – Editor in Chief :

Dr WIDODO JUDARWANTO SpA, pediatrician

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2012, CHILDREN GRoW UP CLINIC Information Education Network. All rights reserved

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s