Kram Kaki, Penyebab Gangguan Tidur Paling Sering

Kram Kaki, Penyebab Gangguan Tidur Paling Sering

International Classification of Sleep Disorder menyatakan bahwa kram pada kaki sebagai salah satu gangguan tidur yang sering dialami. Kram pada kaki yang biasanya datang di malam hari, bukan hanya menimbulkan nyeri tapi juga sebagai penyebab gangguan tidur.

Kram pada kaki terjadi karena kontraksi otot yang intens, mendadak dan di luar kontrol. Biasanya kontraksi ini terjadi pada otot betis atau otot kecil di telapak kaki. Frekuensi dan prevalensi kram otot akan meningkat seiring dengan pertambahan usia.

Penelitian menunjukkan sepertiga orang berusia di atas 60 tahun menderita kram kaki saat tidur dan kondisi itu membuat mereka lebih sering terbangun di malam hari. Beberapa gangguan kesehatan juga bisa meningkatkan kejadian kram kaki, misalnya diabetes, penyakit vaskular periferal serta gangguan saraf muskular. Obat-obatan seperti kontrasepsi oral juga bisa memicu kram kaki.

Kondisi lain yang menyebabkan kram adalah kehamilan. Beberapa penelitian juga menemukan kram pada kaki sering dialami orang yang dehidrasi atau gangguan keseimbangan elektrolit. Meski kegiatan olahraga yang keras bisa meningkatkan risiko kram namun cukup banyak orang yang mengalami kram meski di siang hari tidak berolahraga.

Bila kejadian kram jarang terjadi, biasanya orang tidak menganggapnya serius. Namun menurut Shives cukup banyak orang yang menderita kram kaki setiap malam, bahkan beberapa kali dalam semalam. Jika sudah begini orang tersebut akan menderita gangguan tidur kronik.

Sensasi nyeri akibat kram biasanya menghilang dengan peregangan pada otot-otot yang mengalami kram.

Diagnosis Banding

  • Kram kaki sering disalahartikan sebagai restless leg syndrome (sindrom kaki tidak mau istirahat). Padahal keduanya berbeda meski seorang pasien bisa mengalami keduanya.
  • Restless leg syndrome tidak terjadi mendadak. Biasanya juga rasa nyeri dan perasaan tidak nyaman pada kaki akan tetap dirasakan hingga dua jam. Rasa tidak nyaman itu juga akan menghilang beberapa menit ketika penderita berjalan atau menggosok kaki mereka.

Penanganan

  • Latihan teratur Peregangan kaki secara teratur pada siang hari akan membuat otot rileks dan mencegah kram. Jika kaki kram terjadi pada malam hari, regangkan kaki Anda secara lembut. Hal ini akan membantu merangsang aliran darah di kaki.
  • Meningkatkan asupan kalium dan kalsium Kedua mineral itu penting untuk membantu mengolah cairan di dalam tubuh. Konsumsi makanan kaya kalium, seperti pisang, unggas, dan ikan. Penuhi kalsium dengan mengonsumsi yogurt rendah lemak atau susu bebas lemak.
  • Kenakan alas kaki yang tepat dengan sol yang mendukung tubuh dengan baik. Alas kaki atau sepatu berhak tinggi sebaiknya dihindari.
  • Mandi air hangat sebelum tidur. Hal ini akan mengendurkan otot-otot di kaki dan mengurangi kemungkinan kram.
  • Penggunaan selimut tebal Selimut tebal dapat memberi tekanan pada kaki. Dalam udara dingin, kenakan kaus kaki supaya lebih hangat.
  • Konsultasi ke Dokter Bila kram pada kaki sering terjadi dan intens, disarankan untuk berkonsultasi pada dokter untuk mengetahui ada tidaknya penyebab lain seperti gangguan saraf atau kekurangan kalsium.

Supported by

FOOT CLINIC (KLINIK KHUSUS GANGGUAN MASALAH KAKI)

Dr Narulita Dewi SpKFR curriculum vitae

WORKING TOGETHER FOR STRONGER, SMARTER AND HEALTHIER CHILDREN BY EDUCATION, CLINICAL INTERVENTION, RESEARCH AND NETWORKING INFORMATION. Advancing of the future pediatric and future parenting to optimalized physical, mental and social health and well being for fetal, newborn, infant, children, adolescents and young adultAdvancing of the future pediatric and future parenting to optimalized physical, mental and social health and well being for fetal, newborn, infant, children, adolescents and young adult

“GRoW UP CLINIC JAKARTA” For Children, Teen and Adult Focus and Interest on:

Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC”

  • Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967
  • Dr Widodo Judarwanto SpA, Pediatrician
  • Fisioterapis dan terapi okupasi lainnya

Clinical – Editor in Chief :

Dr WIDODO JUDARWANTO SpA, pediatrician

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2012, CHILDREN GRoW UP CLINIC Information Education Network. All rights reserved

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s